Teror Dari Keluarga Ghaib

Oleh: Linglung • Selasa, 28 Juni 2016
keluarga


Teror dari keluarga ghaib - Saya sebut keluarga ghaib karena yang teror adalah satu keluarga dari penunggu ghaib.

Teror ini dilakukan bermacam cara dan berada di rumah yang orang tua saya tempati sementara

Rumah yang kami trmpati adalah rumah dari saudara kita yang tidak ditinggali karena sedang ditinggal kerja ke luar negeri.

Awal tahun 2001 kedua orang tua  dan adik saya pindah ke Jawa Timur, Banyuwangi.
Karena belum ada tempat tinggal jadinya salah satu saudara ada yang menawarkan untuk tinggal dirumahnya yang kosong.

Rumah saudara saya itu terletak dipinggir kuburan keluarga.
Sekitar 6 bulan kemudian saya ikut menyusul ke Jawa dan menempati rumah itu.

Saat pertama saya masuk kamar, hawa kurang enak sudah saya rasakan. Kamar itu seolah-olah sempit dan ada banyak penghuni, udaranya hangat dan sesak.

Tanpa berfikir macam-macam mulailah malam itu saya tidur.
Didalam tidur saya bermimpi ada kakek-kakek yang marah sama saya dan diusirnya saya dari rumah itu. Namun mimpi itupun aku anggap hanya bunga tidur.

Di malam hari kemudian terjadi hal yang luar biasa. Ketika saya tertidur leher saya terasa dicekik kuat-kuat sampai tidak bisa bernafas, akhirnya aku terbangun dan saya lihat jam menunjukkan pukul 02 dini hari, karena masih ngantuk saya pun tertidur lagi, belum sempat memasuki alam tidur kejadian itu kembali lagi dicekiklah kuat-kuat leher saya, kali ini berti saya masih dalam keadaan sadar 85%. Saya pun tidak bisa tidur sampai pagi.

Aku cerita sama ibu dan teman-teman saya tapi mereka menganggap itu semua adalah rep-rep (dalam arti jawa).
Lanjut di malam berikutnya setelah saya sholat isyak saya membacakan banyak ayat Alquran dan saya baca agak keras bermaksud agar si kakek yang mencekikku itu takut.

Kemudian saya tidur lagi malam itu, bukannya takut saya bacakan alquran tadi waktu sehabis sholat isyak malah sebalikknya dicengkeram kuat-kuat kedua betis saya, di tindis kuat-kuat tubuh saya, saya meronta dan saya berusaha kuat untuk lepas, akhirnya lepas juga. Aku jadi  semakin jengkel dibuatnya, sayapun bebicara sendiri saat itu "Mbah kenapa kamu ganggu aku terus apa salahku?" Itu adalah kata-kataku padanya.

Setelah esok harinya diwaktu mau terlelap tidur saya melihat ada sosok kakek berdiri di samping tidurku setelah saya buka mata lebar-lebar sosok itu tidak ada, akupun berlanjut tidur.  

Dalam tidur saya bermimpi kakek itu mendatangiku dan berkata " Kamu semua telah mengganggu keluargaku yang tinggal di sini" itulah kata-kata kakek itu, mungkin kami semua mengganggu mereka karena tinggal di tumah ini.

Hari-haripun berlalu, tapi saya penasaran, pada malam hari berikutnya ketika aku mau tidur saya membawa burung perkutut ke dalam kamar "karena saya memang punya burung perkutut waktu itu". 
Saya taruk burung di dalam sangkar itu dekat di samping tidur saya, saya kaget saat dalam tidur burung perkutut itu meronta-ronta ingin keluar dari sangkar, terbang kesana-kemari menabrakkan dirinya di sangkar. Saya lihat jam 02 malam persis kejadian waktu lalu.
Saya berfikir mungkin dia datang mau mencekikku lagi.  Akhirnya saya pun enggan untuk tidur lagi sampai pagi.
Kejadian itu terjadi hampir tiap malam.

Karena ada saudara saya yang penasaran setelah saya cerita dia pun ikut tidur bersamaku. Benar saja perkiraanku, dia terbangun tengah malam dan membangunkanku, seperti orang ketakutan. Katanya dia dicekik juga.
Kita berduapun tidak tidur sampai pagi.

Setelah sekitar 1 tahun kami pindah rumah karena sudah membeli rumah yang baru. Akupun ikut senang karena tidak di teror lagi.

Di rumah baru itu akhirnya Ibuku cerita kalau memang di rumah itu ada penunggunya, ibuku sering waktu tidur pintu kamar sering terbuka dan tertutup sendiri, sering juga lampu kamar mati dan hidup sendiri, sering ada yang panggil-panggil. Tetapi ibuku mau cerita sama saya katanya kawatir  nanti saya jadi takut.

Menurut cerita beberapa orang juga, waktu membangun rumah itu di saat membuat timbunan untuk pondasi, ada  yang sengaja ikut menimimbunkan tulang belulang manusia yang ikut tergali karena memang waktu menimbun itu mengambil tanah di sekitar kuburan keluarga.
Itulah carita saya.. asli dan bukan rekayasa.



Trimakasih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

๐ŸŽฌ Video Untuk Anda
Sedang memuat data video...
×

⚡Terbaru

Memuat daftar berita terkini...