Penyakit Dan Cara Penyembuhannya Menurut Ustad Danu

Oleh: Linglung Kamis, 08 September 2016
Ust Danu


BENGKEL HATI ( Ustadz Danu )


“Karunia Allah itu langsung datangnya, begitu kita mohon ampun dan segera memperbaiki perilaku kita - langsung akan terlihat perbaikan pada kesehatan kita, Karena Allah maha pengasih dan penyayang kepada hambanya”. Bahkan untuk beberapa penyakit (yang belum timbul kerusakan organ) kesembuhan itu terjadi dalam hitungan menit – subhanalloh ...

Apakah Anda mengetahui asal sebenarnya dari penyakit yang kerap muncil pada diri kita?Lalu apakah anda mengetahui bagaimana sikap yang perku diambil? Sebenarnya penyakit yang ada di diri kita ini berasal dari diri dan hati kita.Saya mengambil kesimpulan itu setelah saya menonton acara televisi Di TPI tiap Minggu Subuh yang nama acaranya bengkel hati.

Dari Ustad Danu. Jujur, acara Ustad Danu ini memberi saya inspirasi, untuk menjadi orang yang lebih baik. Kesimpulan, Untuk sembuh dari suatu penyakit, tidak hanya keyakinan, tetapi perbaiki tingkah laku kita yang kira-kira menyebabkan timbulnya suatu penyakit. Selain itu,informasi terpenting yang saya dapat adalah ternyata ustad danu membuka klinik. Jadi yang sakitnya kelas berat lebih baik datang ke klinik tersebut. Kemudian jangka panjangnya, ustad Danu akan membuka rumah sakit yang bernama Akhlak Mulia. Berikut ini adalah alamat klinik ustad Danu:
Nama Klinik: Akhlak Mulia.
1.Lokasi: Jakarta

Alamat: Komplek Bier blok E 5 D 6, tebet.
Jam praktek: Rabu dan Kamis pukul 09.00 – 18.00
Telpon: 021-93276434, 021-71588100

2. Lokasi Yogyakarta

Alamat: Jln. Wijilan no. 37 A
Telpon: 0274380301


Berikut ini adalah beberapa penyakit dan penyebabnya berdasarkan Ustad Danu dan data pasien-pasiennya:

1. Rahim bermasalah. Hal ini dikarenakan bermasalah dengan Ibu sang pasien. Entah dulu sering membangkang atau membentak-bentak. Untuk mengobatinya, harus meminta maaf kepada Ibu dan bertobat kepada Allah.
2. Kanker Payudara. Hal ini disebabkan oleh Wanita tersebut memiliki masalah terhadap sang suami atau terhadap anaknya. Misal, tidak mengurus suami dengan baik. Untuk mengobatinya, meminta maaf kepada sang suami atau anak dan bertobat kepada Allah.
3. Asma. Penyakit asma biasanya disebabkan amarah yang dipendam. Yang harus dilakukan adalah tidak memendamnya, tetapi juga tidak mengumbar amarah. Yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya. Kakak saya menderita asma dan telah mencoba solusi yang diberikan. Hasilnya, asma yang telah berpuluh-puluh tahun akhirnya sembuh.
4. Kanker pada kaum pria. Hal ini dikarenakan Pria tersebut sering memarah-marahi sang Istri. Yang harus dilakukan agar sembuh adalah meminta maaf kepada sang istri dan bertobat kepada Allah.
5. Empedu. Penyakit ini dikarenakan seringnya membicarakan orang lain, menggosipkan atau membuat fitnah. Pasien-pasien yang menderita penyakit ini mengakui bahwa dia sering melakukan hal-hal tersebut. Untuk mengobatinya, meminta maaf kepada orang yang digosipkan atau difitnah dan bertobat kepada Allah.
6. Mata Minus. Hal ini disebabkan karena meremehkan orang lain sehingga Allah mengaburkan pandangannya. Jujur, Mata saya minus dan saya benar-benar tertohok dan temehek-mehek pernyataan ini. Setelah saya evaluasi diri, saya tidak pernah sengaja meremehkan orang lain, namun ternyata saya sering melakukan hal tersebut tanpa sengaja. Misal, ketika disuruh sesuatu oleh kakak atau orang tua, saya tidak segera mengerjakannya. Tentu saja untuk mengobatinya saya harus menghilangkan perilaku buruk ini.
7. Jantung Koroner. Hal ini disebabkan orang tersebut suka marah-marah dan kaku. Solusinya tentu saja harus lebih santai dan kurangi amarah dalam menghadapi segala sesuatu.
8. Stroke. Hal ini disebabkan orang tersebut suka marah namun dipendam. Solusinya sama dengan poin no,1 diatas.
9. Anak menderita sakit. Jika anak tersebut belum akil baligh, maka disebabkan oleh dosa orang tuanya. Misal, jika sang suami sering ngomong bodoh kepada sang istri, maka anak yang dilahirkan tidak normal, seperti pendengaran terganggu, atau terlambat ngomong.
10. Belum dikaruniai anak. Hal ini disebabkan sang suami kurang atau tidak membantu pekerjaan sang istri.
11. Jika anda punya keinginan sangat kuat atau suka terburu-buru, hal itu juga akan menimbulkan penyakit. Maaf, saya lupa penyakit apa, kalo tidak salah sih berhubungan dengan kepala.
Akhlak baik = sehat.
———————————————
Kadang Banyak msalah timbul akibat kejengkelan pada orang-orang terdekat kita, mulai hidup dengan rasa ikhlas dan sabar. inilah berbagai macam penyakit yang ditimbulkannya;
Alergi: keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan untuk keselamatan

Batu ginjal : Ketika istri melakukan kesalahan dan suami ngerti bahwa itu salah kemudian diam dan jengkel.

Pendengaran kurang: Tidak mendengarkan nasehat orang terutama orang yang terdekat.

Katarak: memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat baik pasangannya.

Janin Sungsang : Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel.

Dismenor : Sama suami/anak/orang lain kalau ada masalah sering uring-uringan.
Anak nakal : Orang tuanya juga sering marah-marah/uring-uringan/emosi.
Tumor ovarium : punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami.
Nyeri perut : Punya amalan-amalan atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalu tidak terpenuhi akan jengkel.
Kanker payudara : Sering marah-marah sama suami atau anak.

Asam urat : Tiadak luwes dalam keluarga.

Nyeri lutut : mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah.

Nyeri lengan atas kanan : Memberikan nasehat yang baik kepada seseorang kemudian jengkel karena orang tersebut tidak mampu melaksanakannya.

Tumor tulang : mempunyai keinginan yang kuat tapi diam dan jengkel.

Tumor : orangnya ketaka ada masalah kemudian diam tapi dalam hatinya emosi.

Diabetes melitus : Suka memerintah terutama sama orang yang dekat dan kalau tidak di laksanakan akan marah/jengkel.
Ketuban pecah dini : Istri mempunyai rasa jenkel banget sama orang tuanya terutama ibunya dan suaminya ada rasa marah sama bapaknya.
Stroke dan hipertensi, Hidrosepalus : Suka marah-marah tapi marahnya di dalam hati atau marahnya tidak keluar.
Mata min : Memandang sesuatu selalu serius.
Penebalan Kulit : Ada amalan-amalan yang selalu di baca ketika ngelamun atau lagi beraktifitas.
Susah punya anak : Kurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan atau sudah dingin.
Semua penyakit semuanya berawal dari perbuatan kita atau orang tua masing-masing. Serta berawal dari penyakit hati, sehingga jagalah hati kita dan selalu berfikir positif.


1. Hernia pada bayi/anak kecil.

Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yg sobek.
Ini terjadi biasanya krn ortu (salah satu dr suami/isteri) punya
keinginan yg kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh
sebab elastis.

Solusinya: – bayi ditidurkan pd posisi terlentang.

- minta kesembuhan & ampunan pada Allah
- memperbanyak sholat tahajud (dg tdk
meninggalkan sholat wajib)

2. Tidak bisa jalan krn lutut kiri bengkak & tangan kanan bagian

atas sakit (cekot2…bhs jawanya).
Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dg pekerja dirumah yg
ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dg terus terang.
Untuk tangan kanan yg sakit, biasanya jika menyuruh orang
(baik itu pd keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu
pekerjaan sering dengan emosi/marah.

Solusinya: – mohon ampunan banyak2 pd Allah

- berjanji merubah tabiat/prilaku
- tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut.

3. Gatal-gatal.

Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul krn
keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah
tangga/keluarga.

Solusinya: banyak2 istigfar, dan merubah sikap.

tidak meninggalkan sholat wajib

4. Gondok.

Biasanya ini keinginan bicara yg “ingin menang sendiri”, tapi
karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.

Solusinya: – banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah

- sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah
sholat tahajud.
- mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)

(jika bermasalah dg hal yg berhubungan dg “rahim/
indung telur” biasanya ini menyangkut masalah terhadap
orangtua, khususnya dengan IBU).
Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan
emosi/suka marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/
suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.

Solusinya: -minta maaf pada orang2 yg disakiti

- belajar untuk tdk marah2
- bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
- sholat wajib & tahajud.

6. Kelainan jantung.

Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering
menyimpan “emosi” yg kuat.
Solusinya: seperti pada no.4

7. Sakit Kuning.

Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak
ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.

Solusinya: seperti pada no.4

8. Sakit lever.

Biasanya punya dendam yg masih tersimpan.

Solusinya: – hilangkan dendam terlebih dahulu.

- memaafkan orang yg dianggap bersalah.
- solusi pada no.4.

9.Pengapuran di tulang belakang & kaki kiri bawah lutut &

pinggang sakit.
Biasanya sering marah2/jengkel yg disimpan dan sering
berobat ke dukun/paranormal.

Solusinya: – harus merubah sikap

- kalau marah2 harus segera istigfar, dan sebaliknya
memaafkan orang2 yg menjengkelkan/membuatnya
marah.
- solusi no.4

10.Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)

Biasanya ini sering marah2 pada isteri/suami/keluarga

Solusinya: solusi no.4

11. Keluar darah dari hidung.

(Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor).
Biasanya ini berhubungan dengan “emosi” yg berkenaan
dengan lingkungan (penciuman), misalnya krn tdk menyukai
sesuatu, maka emosi.

Solusinya: solusi no.4

12. Pusing/Migraine yang hebat.

Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).

Solusinya: solusi no.4

13. Komplikasi.

(asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga hrs menggunakan obat tidur)
Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak2,
kangen dg anak yg jauh, dsb.

Solusinya: – banyak2 bersyukur pada Allah

- minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain
yg disakiti)
- solusi no.4

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & ginjal

sebelah kiri ada kista.
Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus.
Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam
keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dlm keluarga,
disikapi dg kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam,
dan terus menerus.

Solusinya: – belajar memahami masalah, dimusyawarahkan.

- solusi no.4

15. Bau Mulut.

Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dlm mulut terus
bekerja, sedang O2 tdk leluasa bekerja dg baik.
Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak/suka bikin
tersinggung/menyakiti/asbun.

Solusinya: banyak2 istigfar & solusi no.4

16. Bau Badan.

Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati
langsung “nyerang”, dan malas!

Solusinya: – jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.

- solusi no.4

17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun);

Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.
-Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu,
kalau ada kata/perlakuan yg tidak baik, disimpan saja,
sehingga kelenjar thyroid membesar yg akhirnya menjadi
benjolan besar.

Solusinya: – segala sesuatu hrs disikapi dengan sabar.

- sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak
musyawarah.
- jangan merasa paling benar
- hrs lemah lembut
- solusi no.4


Beberapa penyakit lainnya :
  1. Alergi = Punya keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan salah untuk keselamatan = Ambisi tinggi, ambisi untuk disegani = Amalan salah, suka ke dukun
  2. Amandel = Suka menyimpan marah, marah yang tertahan
  3. Ambien = Emosi berlebihan bila ada masalah dalam keluarga, biasanya diam dulu, kemudian marah besar
  4. Anak astma / sesak napas = Karena tidak ingin bertengkar antara suami istri, maka bila terjadi perselisihan sering tidak diselesaikan dan menjadi jengkel yang tersimpan = Ada masalah yang tidak bisa dibicarakan kepada siapapun (karena malu dll) = Saat hamil salah satu orang tua menyimpan jengkel yang kuat
  5. Anak autis, Tidak bisa bicara = Waktu hamil, ada masalah suami istri tidak diselesaikan, tetapi disimpan dengan jengkel dalam waktu yang lama (lebih dari 1 bulan) = Salah satu orang tua sering malas berpikir bila menghadapi masalah atau dalam berdiskusi = Orang tua agak pendiam = Saat hamil salah satu orang tua suka geregetan (marah terpendam) = Orang tua banyak bertolak belakang, yang satu sangat pendiam yang satunya sangat enerjik
  6. Anak belum bisa jalan = Orang tua malas mengutarakan masalah rumah tangga yang dihadapi (suka mendiamkan masalah), diam disertai jengkel
  7. Anak, cairan di otak = Waktu hamil, salah satu orang tua bila punya masalah suka malas memikirkannya (putus asa)
  8. Anak, cerebral palsy (lumpuh otak) = Pada saat hamil, salah satu orang tua sering diam (mendiamkan), tidak mau membicarakan masalah yang dihadapi.
  9. Anak down syndrome = Sewaktu hamil, ibu pernah marah sampai mengeluarkan kata kata yang merendahkan orang lain
  10. Anak epilepsi (ayan) = Orang tua sering bertengkar, lalu diam (melamun) dan jengkel yang disimpan lama = Salah satu orang tua gampang tersinggung = Bila marah sering merendahkan orang = Salah satu orang tuanya sering berpikiran negatif (negative thinking)
  11. Anak gagal ginjal = Saat hamil orang tua sering bertengkar dan menyimpan jengkel
  12. Anak, ginjal menggelembung, sebagian urin dari kandung kemih kembali ke ginjal = Salah satu orang tua, sering jengkel (disimpan lama) pada pasangan, diam tidak mau mendiskusikan masalah
  13. Anak, ginjal dan radang otak = Orang tua sering bertengkar, marah yang disimpan lama, jengkel
  14. Anak, Hepatitis A = Orang tua sering berantem dan selesainya lama
  15. Anak hydrosifalus = Bila ada masalah yang keluar pertama adalah jengkel dulu = Bila dinasehati, iya-iya saja tapi tidak dilaksanakan
  16. Anak hypoteroid = Salah satu orang tua bila punya masalah lebih banyak diam
  17. Anak jatuh dan lumpuh = Orang tua sering bertengkar dan sering putus asa dalam menghadapi masalah
  18. Anak jatuh dari ketinggian = Orang tua kurang komunikasi
  19. Anak kejang-kejang saat tidur = Orang tua sering bertengkar atau menyimpan masalah disertai emosi, tidak didiskusikan/diselesaikan = Amalan salah
  20. Anak keterbelakangan mental = Salah satu atau kedua orang tua sering punya emosi yang kuat dan kalo marah jadi kalap, sampai mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan (merendahkan) orang
  21. Anak, leher lemah = Salah satu orang tua tidak menghormati orang tuanya
  22. Anak leukimia = Orang tua sering bertengkar dan menyimpan marah (jengkel)
  23. Anak lumpuh = Orang tua sering putus asa dalam menghadapi masalah
  24. Anak malas = Orang tua sering malas-malasan dalam mengerjakan sesuatu
  25. Anak meninggal terus dalam kandungan (tali pusat kecil) = Cepat tersinggung dengan suami
  26. Anak, muka bengkak, Benjolan dekat mata = Orang tua sering emosi dan marah yang tersimpan, jengkel bila melihat sekitarnya ada yang tidak cocok di hati
  27. Anak nakal = Orang tuanya sering marah/uring-uringan/emosi.
  28. Anak laki-laki semua (susah mendapat anak perempuan) = Istri galak/pemarah, istri sangat dominan dalam rumah tangga
  29. Anak perempuan semua (susah mendapat anak laki-laki) = Suami pemarah, sering terburu-buru, suami sangat dominan dalam rumah tangga
  30. Anak, pengasaman pada ginjal = Pada saat hamil, ada masalah yang membuat jengkel dan tersimpan lama di hati
  31. Anak radang otak = Orang tua menyimpan marah yang selalu terpikirkan
  32. Anak rewel = Sebelum lahir anaknya, salah satu orang tuanya suka rewel di hati (jengkel dan diam)
  33. Anak sering kejang-kejang (autis) = salah satu orang tua suka diam, bila ada masalah dipendam jadi jengkel
  34. Anak sering diganggu makhluk lain (selalu ngajak pergi, tak bisa pulang) = Waktu hamil dibacakan surat Yusuf agar anaknya cakep (niat baca Al-Qur’an bukan karena Allah)
  35. Anak sering kesurupan = Orang tua punya amalan salah, baca qur’an dengan niat duniawi dan sering ngelamun
  36. Anak sering kejang (step) = Salah satu orang tua sering marah (emosi tinggi) tapi diam dan jengkel
  37. Anak susah bangun dari duduk = Orang tua sering marah
  38. Anak susah diatur, Suka menyendiri = Salah satu orang tua bila punya keinginan harus dituruti = Bila ada masalah suka ngambek
  39. Anak (3,5 th) tidak bisa bicara = Saat hamil, orang tua suka diam bila ada masalah (dipendam) = Saat hamil, orang tua suka putus asa dalam menghadapi masalah
  40. Anak tidak bisa diatur = Orang tua “semau gue”
  41. Anak (sampai umur 10 th) tidak mau (menolak) makan nasi = Salah satu orang tua tidak pandai bersyukur, marah kalo disuruh bersyukur
  42. Anak, toksoplasma & rubella = Salah satu orang tua sering berantem dengan orang tuanya atau berantem suami istri = Salah satu orang tua sering menyimpan jengkel = Salah satu orang tua bila dinasehati suka menolak
  43. Anak tumor payudara = Kedua orang tua sering bertengkar
  44. Anemia (kekurangan sel darah merah, Hb rendah) = Sering marah tersimpan (jengkel) pada pasangan atau pada orang tua hampir tiap hari
  45. Anyangan (Kesemutan)= Apa yang diinginkan supaya tercapai.
  46. Asam Urat = Prinsipnya tidak bisa diarahkan (kaku, tidak mau kurang lebih) = Susah dinasehati
  47. Astma = Emosi tertekan dan tertutup
  48. BAB berdarah = Emosi tinggi, cepat marah
  49. BAB dan kencing panas = Jengkel karena punya keinginan yang kuat (ngotot) tetapi tidak kesampaian
  50. BAB sering = Sering ngomel (dalam rumah tangga)
  51. BAB tidak lancar = Sering menyimpan masalah, tidak diomongkan = Pendiam, tidak suka bicara, menyimpan jengkel
  52. Badan lemas = Ada kekhawatiran yang tinggi (takut berlebihan) dalam pikiran
  53. Badan panas, linu, gerah, ga bisa berdiri/berjalan = Amalan salah
  54. Badan sakit-sakit (gejala stroke) = Suka tersinggung, suka jengkel (walau sedikit) dalam menghadapi pekerjaan
  55. Batuk = cerewet, apa-apa dikomentari = Banyak omong, keras dan kasar
  56. Batuk flu = Sering tidak peduli pada lingkungan
  57. Bau badan = Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas
  58. Bau mulut = Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak atau suka bikin tersinggung (menyakiti) orang
  59. Benjolan di dekat telinga kiri = Suka jengkel bila mendengan sesuatu yang tidak cocok di hati (cepat tersinggung)
  60. Benjolan di kaki = Punya keinginan kuat, kaku keras kepala
  61. Benjolan di leher, Gondok = Jarang bicara, tapi sekali bicara pedas.
  62. Benjolan di leher kiri = Banyak marah, kalo ngomong suka ngotot.
  63. Benjolan di lutut = Sering jengkel bila nasehatnya tidak dituruti
  64. Benjolan di pita suara = Sering mau menasehati pasangan tetapi tertahan tidak jadi ngomong, akhirnya jadi jengkel yang tersimpan
  65. Benjolan di rahim = Sering jengkel pada suami atau ayah
  66. Benjolan di telapak kaki = Jengkel yang disimpan sampai sekarang
  67. Bisul di kepala = Ambisi tinggi dan dikerjakan.
  68. Bisul di pantat = Ambisi tinggi tetapi tidak dikerjakan.
  69. Bisul di perut bawah = Kalau ada keinginan sering ngotot (ambisi tinggi)
  70. Bronkhitis, Batuk terus = Agak pendiam dan gampang tersinggung = Kalau marah diam saja
  71. Dada berdebar = Ada ketakutan berlebih (pada pasangan), mempunyai amalan salah
  72. Dada panas = marah dipendam, tertekan
  73. Dada sesak dan darah tinggi = Cenderung pendiam, cepat emosi, gampang tersinggung, marah tersimpan (jengkel)
  74. Dada sesak dan panas = Amalan salah atau marah yang disimpan
  75. Darah mengental = Banyak diam, banyak jengkel, cepat putus asa dan kurang senyum
  76. Darah rendah = Banyak khawatir, pertimbangan, ragu-ragu dan tidak ada penyelesaian masalah, masalah sering didiamkan saja.
  77. Darah tinggi (Hypertensi) = Emosi tinggi, tak mau kalah, cepat tersinggung = Suka terburu-buru dan sering jengkel = Sering jengkel dan geregetan = Suka ngomel
  78. Dengkul & persendian sakit, asam urat = Punya keinginan yang kuat (ngotot) = Kaku dalam pekerjaan, ga bisa ditawar = Bila berdebat susah dikalahkan
  79. Diabetes = Kalo punya keinginan, ngotot = Kalo menasehati orang, harus dituruti, bila tidak, marah dan jengkel = Kalo dinasehati orang, tidak mau menerima = Solusinya paling benar, suka ngatur.
  80. Diabetes, Katarak & Glaukoma = Selalu menolak nasehat pasangan
  81. Diabetes, Dada sesak, Telinga kiri agak tuli = Sering ngamuk pada suami/pasangan
  82. Diare kronis = Gampang marah bila ada masalah di keluarga
  83. Dinding rahim menebal = Tidak mau dengar nasehat/masukan orang
  84. Demam / Demam berdarah = Pendiam dan gampang tersinggung
  85. Flu/Filek = Sedikit-sedikit dipikir serius = Terlalu serius (penuh emosi) dalam memandang dan memikirkan sesuatu, jangan pernah menyalahkan cuaca, semuanya rahmat Allah
  86. Gagal ginjal, Batu ginjal = Sering jengkel pada pasangan
  87. Gatal (alergi) = Keinginan kuat (ambisius) disertai emosi = Amalan salah = Guna-guna (gangguan jin)
  88. Gatal / Kutu air di jari kaki kiri = Kalo melihat keluarga orang lain, suka mengkritik (kaki berhubungan dengan pekerjaan, kiri berhubungan dengan keluarga, jari berhubungan dengan kerapian)
  89. Gatal pindah-pindah = Amalan salah
  90. Ginjal = Tidak dapat membedakan mana yang baik (benar) mana yang buruk (salah), jengkel pada pasangan
  91. Ginjal/prostat sakit = Ada rasa takut pada istri = Suka diam menyimpan jengkel = Cepat tersinggung
  92. Ginjal kanan bengkak, penyempitan saluran kencing (ureter) = Kalau ada masalah di keluarga (pada orang tua atau pasangan) sering jengkel tapi diam
  93. Glaukoma = Menyimpan marah yang sangat kuat (jengkel sekali) pada pasangan, orang tua atau rekan kerja
  94. Haid terus menerus = Dalam berbicara dengan suami atau anak meledak-ledak, kalau ada keinginan sering dipendam kalau dikeluarkan penuh emosi dan meledak-ledak
  95. Halusinasi = Amalan salah, punya obsesi dan sering ngelamun
  96. Hamil di luar kandungan = Istri dingin pada suami, kurang menyayangi suami, rasa sayang pada suami tidak nampak
  97. Hamil, janin sungsang = Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel.
  98. Hamil, ketuban pecah dini = Istri mempunyai rasa jengkel banget sama orang tuanya terutama ibunya = suaminya ada rasa marah sama bapaknya
  99. Hati, ada benjolan= Bila dinasehati diam tapi menolak nasehat
  100. Hati sakit = Susah menerima nasehat
  101. Hematemesis, keluar darah di hidung dan telinga = Pendiam, suka ngelamun
  102. Hepatitis = Suka mencari kesalahan orang lain = Menyimpan dendam dan jengkel = Jengkel yang kuat pada orang tua atau pasangan
  103. Hernia = Emosi terpendam, keinginan yang salah, terlalu memaksakan = Keinginan tinggi tidak tercapai = Keinginan kuat, banyak diam
  104. Herpes (penyakit kulit) = Kalau ada masalah di dalam keluarga mencari solusinya bercampur emosi (marah)
  105. Hidung bengkak = Sering jengkel apabila melihat pekerjaan anggota keluarganya yang tidak cocok dengan keinginannya
  106. Indung telur bermasalah = Ada kesalahan pada ibu
  107. Infeksi/radang saluran kencing = Kalau punya keinginan sering ngotot dan disertai emosi
  108. Jantung sakit = Yakin terhadap prinsipnya.
  109. Jantung bengkak = Sering menyombongkan diri = Egois, keinginan kuat = Menyimpan marah tapi diam
  110. Jantung berdebar kuat = Menyimpan khawatir (takut) yang kuat, marah, atau putus asa
  111. Jantung berdebar, susah tidur = sebelum tidur baca istighfar + do’a (astaghfirullahal adzim kalau jantung saya berdebar ini karena kesalahan saya sebelumnya ampuni saya yaa Allah)
  112. Jantung bocor = Pendiam, bila marah sering tertahan dan meledak saat marahnya keluar = Suka ngejek, emosi dipendam = Marah yang kuat pada pasangan
  113. Jantung koroner = Sering jengkel dan ngomel pada pasangan atau anak
  114. Jantung, penyempitan pembuluh jantung, sesak napas = Menyimpan jengkel pada istri
  115. Jantung, sesak di dada kiri = Sering marah sama istri
  116. Jempol sakit = Suka memaksa dan menekan orang
  117. Jerawatan = Kurang bersosialisasi dengan lingkungan
  118. Jerawat di dahi/jidat = Ada sesuatu di pikiran yang tidak tersampaikan
  119. Jari tangan kaku, tak bisa megang = Suka jengkel dan geregetan
  120. Jodoh lambat = Sering meremehkan lawan jenis = Suka jengkel pada orang tua = (Perempuan) berprasangka buruk (suudzon) pada ayah
  121. Kaget/cepat kaget = Sering bingung
  122. Kaki gajah = Punya keinginan, tetapi tidak dikerjakan (ragu-ragu)
  123. Kaki kanan sakit (ngilu) = Jengkel karena menasehati anggota keluarga, tapi tidak diindahkan
  124. Kaki patah = Suka putus asa, suka jengkel pada anak, diam (kesal)
  125. Kaki kesemutan, telapak kaki kesemutan = Amalan salah
  126. Kaki lumpuh tiba-tiba = Sering jengkel pada ayah/suami dan ngambek diam
  127. Kaki sakit, telapak kaki sakit = Sering marah (dalam rumah tangga) = Sering merendahkan pasangan
  128. Kaki sakit di telapak kanan, jinjit = Sering ragu-ragu
  129. Kaki sakit, kesemutan = Amalan salah, pernah minta air ke dukun
  130. Kaki/sendi sakit = Mau menang sendiri, suka ngotot
  131. Kaki/lutut kanan sakit = Jengkel akibat punya keinginan yang kuat tentang suatu kebaikan yang disampaikan pada anggota keluarga, tetapi tidak direspon atau tak kesampaian
  132. Kaki/lutut nyeri/sakit = Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah = Beberapa tahun sebelumnya, saat mengatur rumah tangga agak keras/kaku, tidak mau dengar pendapat anggota keluarga lainnya. Prinsipnya pantang ditentang, jadi jengkel
  133. Kaku perut = tak mau mendengar
  134. Kandungan (peranakan) turun = Punya keinginan kuat pada suami atau ayah atau anak, tetapi tidak bisa diutarakan = Nrimo dengan rasa putus asa dalam rumah tangga
  135. Kanker di dada = Gampang tersinggung, bila ada masalah dengan pasangan tidak mau diomongkan (diselesaikan)
  136. Kanker di kaki kiri = Sangat emosional, pemarah, sering jengkel dalam pekerjaan.
  137. Kanker di ketiak = Sering jengkel dalam pekerjaan
  138. Kanker gusi = Sering mendiamkan (tidak membicarakan / tidak menyelesaikan) masalah dan menyimpan jengkel
  139. Kanker hati = Suka marah bila dinasehati
  140. Kanker nasoparink, benjolan di leher, mimisan = Agak pendiam, sering jengkel pada orang tua atau pasangan bila merasakan sesuatu yang tidak cocok di hati
  141. Kanker otak = Jengkel pada orang tua
  142. Kanker payudara = Pendiam, masalah suka disimpan, jengkel yang lama = Sering marah-marah sama suami atau anak = Keinginan yang meledak-ledak = Bila punya keinginan sulit dbantah
  143. Kanker rahim = Sering jengkel yang dipendam (diam) pada anak atau orang tua = Suka marah, merepet (ngomel)
  144. Kanker servik = Sering ngomel sama anak atau suami
  145. Kanker/tumor otak = Jengkel yang kuat sekali dan terus menerus pada pasangan
  146. Kanker usus = Negeyel, semaunya sendiri, suka ngambek
  147. Katalasia, sulit menelan = Kalo ada masalah suka diam = Suka membantah nasehat, merasa benar sendiri
  148. Keguguran = Ada kejengkelan kepada Ibu atau pada suami sampai beberapa hari = Ada ketakutan yang sangat tinggi
  149. Kejang-kejang = Jengkel yang dipikirkan dengan penuh emosi = Pikiran kurang baik
  150. Keloid (penebalan kulit di bekas luka) = Keinginan tinggi, tetapi banyak ragu
  151. Kencing tidak lancar = Kalau ada masalah tidak mau langsung mencari solusi, tapi didiamkan dulu 1-2 hari
  152. Kepala belakang sakit = Sering jengkel dan marah (pada istri yang tidak mau menurut) = cepat emosi
  153. Kepala belakang sakit, kaku di leher sampai tulang belakang = Jengkel pada pasangan, lalu uring-uringan pada pasangan
  154. Kepala depan sakit = Berfikir yang bukan-bukan
  155. Kepala kanan sakit = Sering menganggap salah pikiran orang lain, merasa benar sendiri = Sering marah
  156. Kepala kiri pusing = Sering curiga, sering khawatir, negative thinking
  157. Kepala samping sakit = Tidak mau mendengar pendapat orang
  158. Kepala tengah sakit = Berfikir berhari-hari, menyimpan masalah yang selalu dipikirkan
  159. Kepala migrain = Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking)
  160. Kepala pusing (Vertigo) = Tidak fokus dalam diskusi, sukanya mengalihkan topik pembicaraan = Jengkel dan meremehkan terhadap pendapat atau pandangan orang lain = Suka marah = Tidak mau mendengar nasehat = Bila dinasehati pikirannya kemana-mana = Amalan salah
  161. Kepala sakit dan sering mengigau = Bila ada masalah suka diam dan ngelamun
  162. Kepala sakit seperti dipukul-pukul = Gangguan jin karena sering ngalamun = Kejengkelan yang dipikirkan terus, tidak diungkapkan, sering ngelamun
  163. Kepala (semua) sakit = Keinginan yang kuat untuk mendapat sesuatu yang belum kesampaian = sering marah dan jengkel pada seseorang
  164. Kepala sakit seperti ditusuk-tusuk jarum = Sering berprasangka buruk
  165. Kejang = Marah yang disimpan, jengkel
  166. Kencing perih = Sering marah walau diam (dipendam) pada pasangan
  167. Keputihan = Sering ngomel pada suami
  168. Keringat banyak = Sering terburu-buru dan khawatir
  169. Keringat Dingin = Terlalu Santai
  170. Keseleo = Ada perbuatan yang nyerempet ke hal yang tidak baik
  171. Kesemutan di kepala sampai pundak = Suka ngelamun, bila ada masalah tidak dicari solusinya tetapi dipikir terus, akhirnya dimasuki jin di kepala
  172. Kesemutan (baal) di tangan =Jengkel pada pekerjaan
  173. Kesemutan di kaki kanan = Suka marah dan jengkel bila nasehatnya pada anggota keluarga tidak dituruti = Amalan salah
  174. Kesurupan = Gangguan jin, bacakan istghfar aja di telinganya
  175. Kista / Ngium = Jengkel pada suami atau orang tua
  176. Kolesterol = Punya pendapat tak mau disanggah
  177. Kram = Gangguan jin (amalan salah)
  178. Kram di perut = Gangguan jin (amalan salah)
  179. Kram di ulu hati (maag kronis) = Bila ada beda pendapat dalam rumah tangga, selalu kaku dan diam (tidak mencari solusinya)
  180. Kulit melepuh (seperti) terbakar = Punya keinginan kuat/ngotot disertai emosi, bila tidak tercapai akan marah/jengkel
  181. Kulit mengelupas = Amalan salah, memakai ilmu keselamatan diri
  182. Kulit sensitif (bila digigit nyamuk sering menjadi borok) = Cepat tersinggung
  183. Kurang darah merah = Gampang marah dan gampang tersinggung
  184. Lambung mengeras = Gampang tersinggung
  185. Latah = Sebagian besar otak yang mengatur motorik dikuasai jin (diganggu jin)
  186. Leher bengkak = Jengkel (diam) dan tidak mau mencari solusi dalam permasalahan
  187. Leher dan belikat sakit = Sering marah pada orang lain dalam hal pekerjaan
  188. Leukimia = Sering jengkel pada pasangan dan diam (disimpan lama)
  189. Leher sakit = Suka berpaling = Menyimpan dendam = Sering marah dan jengkel
  190. Leher (teroid) bengkak = Bila ngomong suka ngotot dan tidak sabaran
  191. Lever = Suka mencari kesalahan orang lain = Suka dendam = Sering jengkel (diam), jarang senyum
  192. Lever mengeras = Gampang tersinggung
  193. Lidah bengkak = Tidak suka menerima nasehat
  194. Limpa sakit/bengkak = Sulit menerima nasehat terutama dari pasangan dan anak
  195. Limpa, Hati, Empedu sakit= Menyimpan jengkel (dongkol) yang kuat sekali
  196. Lipoma, benjolan di kulit = Punya keinginan kuat, pendiam, kurang komunikasi
  197. Lumpuh = Pemalas/malas = Sering merasa putus asa
  198. Lutut sakit = Ada kekakuan (selalu ngotot) dalam rumah tangga
  199. Maag, mual, muntah, perih, ulu hati sakit = Suka ngeyel (membantah) = Sering marah dan menolak bila dinasehati pasangan = Gampang jengkel dalam keluarga = Tidak suka menerima nasehat orang lain terutama dalam keluarga
  200. Mabuk (kendaraan), biasanya sejak anak-anak = Salah satu orang tua suka marah/jengkel yang disimpan (diam)
  201. Mandul = Sering marah, jengkel dan menolak pada suami
  202. Mandul, belum mau hamil, ada infeksi pada saluran indung telur = Jengkel pada ibu atau suami
  203. Mandul, rahim sempit = Sering menutup diri dari ayah, tidak suka bicara pada ayah
  204. Mandul, sperma encer = Suami sering mengobral janji
  205. Mandul, sperma kepalanya terpotong/tidak normal = Bila memberi nasehat sering keluar jalur
  206. Mandul, sperma kurang = Agak pendiam (tertutup), diajak bicara sering blank (ga nyambung)
  207. Mandul, sperma lambat geraknya = Pendiam, kurang inisiatif, kurang ikhlas dalam pekerjaan di rumah tangga, takut sama istri
  208. Mandul, susah punya anak = Kurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan (dingin) = Banyak diam, kurang inisiatif
  209. Masuk angin = Suka ngomel, sering jengkel yang dipendam, marah kecil tapi sering
  210. Mata bermasalah = Sering meremehkan nasehat dari istri
  211. Mata berkabut = Suka tidak menghiraukan nasehat orang tua
  212. Mata buta = Sering menganggap remeh (cuex) pada nasehat/pendapat orang lain
  213. Mata gatal = Cepat bereaksi (geregetan) terhadap lingkungan yang tidak cocok dengan hati.
  214. Mata berhubungan dengan keinginan yang kuat, mata kanan berhubungan dengan kebaikan, mata kiri berhubungan dengan keburukan. Kalau disertai emosi (marah) akan jadi mata merah dan panas/sakit
  215. Mata kabur = Tidak suka dinasehati oleh orang tua
  216. Mata kanan sakit = Jengkel, marah tapi diam bila melihat sesuatu yang tidak cocok
  217. Mata katarak = Suka menolak nasehat orang, diam dan jengkel = Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat yang baik dari pasangannya
  218. Mata, kelopak mata tutun/tertutup = Sulit atau tidak suka menerima nasehat orang lain
  219. Mata, retina berair, pandangan kabur = Jengkel, diam dan sedih bila melihat sesuatu yang tidak cocok di hati = punya pandangan/prinsif yang keras
  220. Mata terasa mengganjal = Sering jengkel bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di hati
  221. Mata minus = Memandang sesuatu selalu serius
  222. Mata plus = Kurang serius dalam menghadapi sesuatu masalah
  223. Menggigil sesudah mandi, atau bila kena air = Sering jengkel pada suami dan anak = Amalan salah
  224. Mens (haid) banyak = Suka membantah bila dinasehati
  225. Muka kaku = Punya masalah, tak ada solusinya, jengkel dan suka melamun
  226. Ngium di rahim = Sering jengkel, mau ngomong ga jadi
  227. Osteoporosis = Suka ngotot bila punya keinginan, tidak peduli pendapat orang lain
  228. Paha kram dan sakit = Sering jengkel pada pekerjaan di rumah
  229. Parkinson = Sering terburu-buru dalam melakukan sesatu pekerjaan dan dibarengi dengan jengkel = Sering diam tapi geregetan
  230. Paru-paru = merasa paling mampu, rasa bangga yang kuat
  231. Paru-paru ada plek = Bila marah, diam dan jengkelnya sampai lama
  232. Paru-paru ada cairan = Cepat tersinggung pada pasangan
  233. Patah tulang kaki kiri = Emosional (cepat marah) dalam keluarga
  234. Patah tulang kaki kanan = Sangat kaku/keras dalam keluarga
  235. Patah tulang tangan = Sangat kaku/keras dalam pekerjaan
  236. Payudara sakit = Jengkel pada suami
  237. Pembuluh darah di otak tersumbat (pelupa) = Sering berprasangka, ada rasa takut, sering melamun, takut ngomong pada pasangan
  238. Pendarahan rahim = Di rumah sering ngomel
  239. Pendarahan seperti haid = Banyak yang ingin diutarakan/diomongkan (unek-unek) tetapi sering dipendam, apabila sudah keluar (diomongkan) susah berhenti ngomong
  240. Pengapuran di lutut kiri = Punya keinginan ngotot dan sering marah di rumah tangga
  241. Pengapuran & urat terjepit di pinggang = Sering jengkel pada pasangan
  242. Penyakit kulit/kelamin = Punya keinginan yang kuat untuk disampaikan, setelah disampaikan, bila ada yang tidak cocok disikapi dengan diam dan jengkel.
  243. Penyakit sering kambuh = Amalan (ilmu) salah = Sering diam (menyimpan) jengkel pada pasangan
  244. Penyempitan jantung = Suka ngatur, kurang suka menerima
  245. Penyempitan pembuluh darah = Menyimpan marah pada pasangan
  246. Persendian kaki dan tangan kaku, sakit = Ada keputusasaan dan kejengkelan (tidak ikhlas) dalam pekerjaan (didiamkan)
  247. Perut dan pinggang sakit = Jengkel dalam keluarga
  248. Perut kanan sakit = Amalam salah
  249. Perut membesar (asetas) = Sering marah dan jengkel dalam keluarga
  250. Perut mual/muntah = Kalo dinasehati agak susah, suka membantah, menolak nasehat
  251. Perut nyeri = Punya amalan-amalan atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalau tidak terpenuhi akan jengkel.
  252. Perut panas = Suka ngomel
  253. Perut panas/perih = Suka diam dan jengkel pada suami = Amalan salah atau sihir
  254. Perut, sering diare, sering kentut = Sering ngomel atau ngomong yang tidak bermanfaat
  255. Perut sakit (pencernaan bermasalah) = Sulit menerima nasehat orang tua atau pasangan
  256. Perut terasa penuh (bagah) = Dalam menghadapi masalah (terutama dengan orang tua), belum ada solusi tetapi jengkelnya muncul duluan
  257. Pinggang sakit = Jengkel yang tersimpan pada anggota keluarga (anak atau pasangan)
  258. Pikun = Merasa yakin ilmunya paling benar (takabur)
  259. Prostat sakit = Kalo punya keinginan selalu ngotot
  260. Polip (hidung) = bila melihat lingkungan, ada yang tidak cocok, diam tidak diomongkan lalu jengkel
  261. Psoriasis vulgaris (penebalan kulit) = Ada keinginan yang sangat kuat di hati tetapi belum teraplikasikan = Amalan salah
  262. Punggung berat = Amalan salah
  263. Punggung bagian bawah sakit = Sering marah/jengkel pada pasangan
  264. Radang usus = Sering jengkel (marah) pada anggota keluarga
  265. Rahim bengkak/radang = Suka ngomel dan jengkel pada suami dan anak
  266. Rambut rontok = Ada yang dipirkan terus dan belum dapat solusinya
  267. Rematik (lutut) = sama anak-anak agak kaku (keras tapi bukan marah), anak harus selalu menurut perintahnya
  268. Sakit gigi = Sering marah, geram
  269. Sakit kuning = Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain
  270. Sakit Perut = Cepat Emosi
  271. Sakit perut bagian bawah (di bawah pusar) = Bila punya keinginan, sering batal dibicarakan dengan istri (biasanya karena istri galak) = Amalan salah (pernah mengikuti latihan pernapasan, napas ditarik lalu disimpan di perut)
  272. Sakit waktu haid = Sulit diatur, tidak mau diatur
  273. Saluran kencing radang = Sering mau ngomong sesuatu, lalu tidak jadi, unek-unek yangtersimpan menjadi jengkel
  274. Santet/kena santet = Gampang marah, emosional
  275. Sariawan = Suka ngomel, sering ngomong kasar
  276. Sendi jari sakit = Jengkel, geregetan pada anggota keluarga
  277. Serak = Punya sifat kurang terpuji, merasa mampu
  278. Sering lupa rakaat shalat = Bila cerita suka memutar-mutar, tidak fokus
  279. Sering kencing = Suka memendam dan mendiamkan keinginan.
  280. Sesak nafas di atas = Emosi disimpan
  281. Sesak nafas di dada = Emosi tertekan
  282. Sesak nafas di ulu hati = Cepat putus asa
  283. Sesak nafas, astma, tenggorokan, ulu hati = Keinginan yang kuat, sedikit gerak
  284. Sesak napas = Jengkel pada pasangan bila ada masalah = Diam bila ada masalah (dipendam) = Cepat marah = Ada amalan salah
  285. SGPT dan SGOT tinggi = Ada kekakuan (tidak bisa kurang lebih, tidak mau dinasehati)., kalau ditambah dengan emosi tinggi akan menjadi kanker hati atau syrosis
  286. Sinusitis = Menahan beban pikiran = Suka memikirkan sesuatu yang tidak cocok di rumah tangga atau di lingkungan disertai kejengkelan = Jengkel (diam) pada pasangan
  287. Stroke = Merasa mampu berdiri sendiri, pendiam, egois, emosi terlalu tinggi = Suka tersinggung lalu jengkel dan tersimpan lama = Jengkel yang kuat pada suami/istri/saudara, didiamkan (ga mau bicara/meraju/ngambek) berhari-hari
  288. Stroke sebelah kanan = Suka marah dan menyimpan jengkel dalam hal pekerjaan atau di keluarga
  289. Stroke sebelah kiri = Jengkel pada pasangan yang disimpan berhari-hari
  290. Stroke ringan = Banyak kejengkelan yang terpendam, tidak bisa dikeluarkan pada pasangan
  291. Susah tidur (Insomnia) = Ada kejengkelan yang dipikirkan terus menerus
  292. Syaraf terjepit/menyempit di tulang belakang = Jengkel yang menjadi pikiran kepada anggota keluarga = Ada jengkel yang sangat kuat pada istri/suami/orang tua/saudara
  293. Syaraf terjepit di kaki = Jengkel, diam, pada urusan keluarga
  294. Syndrom baby blues, selalu sedih setelah melahirkan = Pada saat hamil punya masalah dengan suami tetapi tidak didiskusikan, hanya didiamkan dan disimpan
  295. Syrosis, hati mengecil = Ego tinggi, marah tinggi, kaku, tidak mau menerima nasehat orang = Gampang tersinggung = Suka dendam
  296. Talasemia = Kaku, keras hati, emosional terhadap lingkungan yang tidak sepikirannya
  297. Tangan dan kaki keringatan = Sering ragu, tidak percaya diri = Kalo punya keinginan selalu ngotot
  298. Tangan kanan kebas = Sering jengkel dan putus asa dalam pekerjaan
  299. Tangan kanan sakit = Ada kejengkelan dalam pekerjaan
  300. Tangan kanan tak bisa diangkat = Jengkel bila nasehatnya (tentang kebaikan) kepada orang lain tidak diikuti = Jengkel karena nasehatnya pada anggota keluarga tidak dilaksanakan
  301. Tangan kesemutan dan kebas = Sering marah dan jengkel pada anak dan pasangan
  302. Tangan kiri (telapak tangan) sakit dan gatal = Sering jengkel bila melihat kelakuan pasangan atau orang tua
  303. Tangan sakit = Merasa mampu (takabur) dalam menangani masalah
  304. Tangan sakit berpindah-pindah = Amalan salah
  305. Tangan sakit, jari kaku = Ada kejengkelan yang kuat dalam hal pekerjaan
  306. TBC usus = Gampang marah bila ada masalah di keluarga
  307. Telinga kanan sakit/agak tuli = Marah bila dinasehati = Diam dan jengkel bila dinasehati
  308. Telinga kanan/kiri mendengung = Jengkel pada pasangan sehingga tidak mau mendengarkan nasehat pasangannya = Kalo dinasehati oleh pasangan sering diam, jengkel dan ngambek
  309. Telinga kiri agak tuli = Gampang marah dan tersinggung bila mendengar sesuatu yang tidak cocok = Tidak suka menerima nasehat orang dan muncul jengkel apabila dinasehati
  310. Telinga mendengung = Cepat jengkel bila melihat sesuatu yang kurang baik
  311. Telinga mendengung, pusing, penyempitan pembuluh darah otak = Bicara ga nyambung, suka mengalihkan topik pembicaraan
  312. Telinga tuli = Sering membantah bila diberi masukan atau nasehat
  313. Tenggorokan gatal = Suka bicara (cerewet) dan suka berkomentar bila dinasehati
  314. Tenggorokan sakit/radang = Sering marah dengan suara keras/kasar = Sering mau ngomong sesuatu, lalu tidak jadi, unek-unek yangtersimpan menjadi jengkel
  315. Tiroiditis (radang pada kelenjar tiroid) = Suka bicara menggebu/ngotot terutama dengan pasangan (suami/istri)
  316. Tulang belakang cedera, sehingga lumpuh = Sering jengkel pada orang tua
  317. Tumit sakit = Menyimpan dendam dan jengkel
  318. Tumor = Ngeyel (membantah), meremehkan orang, jengkel yang kuat (sangat jengkel)
  319. Tumor di bahu kanan = Sering jengkel dalam pekerjaan
  320. Tumor di dubur = Jengkel yang kuat pada pasangan dan tidak mau mendiskusikannya masalahnya
  321. Tumor di gusi = Bila marah, diam dan dipendam
  322. Tumor di hidung = Bila melihat sesuati di lingkungan (keluarga/pekerjaan) ada yang tidak cocok, jengkel, marah tapi diam
  323. Tumor di leher = Marah/jengkel yang tersimpan pada pasangan
  324. Tumor di lutut = Jengkel dengan orang tua (ibu)
  325. Tumor di kepala, sakit kepala bagian depan dan atas = Sering jengkel bila lihat seseorang atau sesuatu yang tidak disukai = Jengkel di pikiran, jengkel dipikirkan terus
  326. Tumor di kepala kiri = Jengkel pada pasangan, ga bisa diomongkan dan didiamkan lama bulanan sampai tahunan
  327. Tumor di otak kiri = Diam tapi menyimpan jengkel
  328. Tumor di otak kanan = Suka merasa benar sendiri
  329. Tumor di telinga kanan = Kejengkelan pada pasangan atau orang tua yang disimpan dan didiamkan
  330. Tumor di paru-paru = Sering menyimpan amarah menjadi jengkel
  331. Tumor di rahim = Sering jengkel pada ayah atau pada suami
  332. Tumor di usus besar = Emosi, marah dan jengkel dalam keluarga
  333. Tumor, kejang = Jengkel yang tersimpan dan jadi pikiran pada suami/istri/orang dekat
  334. Tumor kelenjar getah bening = Kalau ngomong pada pasangan sering ngotot = Sering mau ngomong (marah) tapi tertahan dan tidak jadi dikeluarkan
  335. Tumor ovarium = Punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami
  336. Tumor pankreas = Terlalu pendiam, punya keinginan (untuk memiliki sesuatu) yang kuat, tidak diomongkan, disimpan lama 1-2 tahun
  337. Tumor payudara kanan = Jengkel yang dipendam karena suatu kebaikan yang disampaikan ke suami tidak direspon dengan baik
  338. Typus = Sering marah atau menyimpan jengkel yang kuat pada seseorang
  339. Ulu hati sakit = Gampang tersinggung
  340. Usus buntu, perut bengkak = Punya masalah (terutama dengan saudara), tak ada solusi, tersimpan menjadi jengkel
  341. Usus lengket = Suka diam, tidak mau memberi solusi pada permasalahan orang lain spt anak
  342. Usus 12 jari lengket = Bila punya masalah cenderung diam, tidak mau mendiskusikan untuk menyelesaikannya
  343. Varises lambung (blooding) = Jengkel dan diam penuh emosi dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga (pada pasangan atau anak)
  344. Vena Tersumbat = Emosi Terpendam
  345. Vertigo dan kaki lemas = Sering tidak mentaati nasehat, terutama orang tua



Terimaksih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

๐ŸŽฌ Video Untuk Anda
Sedang memuat data video...
×

⚡Terbaru

Memuat daftar berita terkini...